Derby Merseyside

Persaingan antara Liverpool Dan Everton, yang dikenal sebagai Derby Merseyside, adalah salah satu pertandingan paling bersejarah dan penuh gairah dalam sepak bola Inggris.

Sejak dimulainya Liga Premier pada tahun 1992, pertandingan ini telah menjadi sumber momen tak terlupakan, keputusan kontroversial, penampilan individu yang luar biasa, dan atmosfer yang intens, mencerminkan hati sepak bola kota Liverpool yang terpecah.

Artikel ini, bagian dari kami seri persaingan Liga Utama Inggris, menggali beberapa momen paling berkesan dari duel Liverpool vs Everton di era Liga Premier, menekankan emosi, bakat, dan drama yang menentukan pertemuan ini.

Konteks Sejarah dan Esensi Rivalitas

Sebelum mengeksplorasi contoh-contoh spesifik, penting untuk memahami akar persaingan ini. Liverpool dan Everton berbagi kota, namun pada hari pertandingan, kota tersebut terbagi menjadi dua warna: merah dan biru.

Kedekatan dengan kandang mereka, Anfield dan Goodison Park, menambah intensitas derby, menjadikannya pertandingan unik dalam kalender sepak bola.

Liverpool Football Club sebenarnya didirikan pada tahun 1892 karena perselisihan sewa antara direktur Everton dan John Houlding, pemilik kandang klub, Anfield. Ketika Everton pindah ke Goodison Park, Houlding mendirikan Liverpool Football Club, dengan maksud untuk memainkan pertandingan kandang mereka di Anfield yang saat itu kosong.

Selama beberapa dekade berikutnya, kedua tim telah memenangkan banyak trofi domestik dan Eropa, dengan Liverpool FC memiliki lemari trofi yang lebih ramai dibandingkan kedua klub.

Kartu Merah dan Kontroversi

Derby Merseyside dikenal dengan permainannya yang penuh gairah dan terkadang terlalu bersemangat, sering kali menghasilkan banyak kartu merah. Salah satu derby paling kontroversial terjadi pada bulan Oktober 1999, yang dikenal sebagai “Pertempuran Goodison Park”.

Membaca:  Laporan Liverpool vs Manchester City

Pertandingan tersebut menghasilkan tiga kartu merah dan beberapa kartu kuning, menggarisbawahi persaingan ketat antar tim. Pertandingan seperti itu sering kali dirusak oleh keputusan kontroversial, termasuk penalti yang meragukan dan perselisihan kartu merah, sehingga memicu perdebatan lama setelah peluit akhir dibunyikan.

Titik panas lainnya terjadi pada bulan Februari 1999, ketika Robbie Fowler secara kontroversial merayakan gol dengan menirukan dengusan kokain di pinggir lapangan, sebuah isyarat yang menuai kritik luas dan selanjutnya denda serta skorsing bagi Fowler.

Pertunjukan Individu yang Luar Biasa

Selama bertahun-tahun, beberapa pemain telah tampil dalam kesempatan ini, menampilkan penampilan yang telah mengukir nama mereka dalam cerita rakyat derby.

Steven Gerrard, gelandang andalan Liverpool, telah menjadi tokoh sentral dalam banyak derby, dikenal karena kepemimpinannya dan gol-gol krusialnya. Hat-trick Gerrard pada musim 2011-12 di Anfield tetap menjadi salah satu penampilan individu paling menonjol dalam sejarah derby ini.

Di kubu Everton, Tim Cahill menjadi simbol ketangguhan dan semangat juang The Blues. Kepiawaian pemain internasional Australia dalam mencetak gol di pertandingan-pertandingan besar terlihat jelas dalam banyaknya gol krusialnya melawan Liverpool, membuatnya menjadi sosok yang disegani di kalangan warga Everton.

Pertandingan yang Berkesan

Hasil imbang 4-4 ​​dalam pertandingan ulangan putaran kelima Piala FA pada bulan Februari 1991, meskipun terjadi sebelum era Premier League, menentukan jalannya pertemuan di masa depan, dengan kedua tim menunjukkan tekad dan kualitas sepak bola yang luar biasa.

Dalam Liga Primer Berdasarkan konteksnya, hasil imbang 3-3 pada bulan November 2013 terlihat sebagai salah satu derby paling menegangkan, dengan kedua tim menunjukkan permainan menyerang yang luar biasa dan sikap pantang menyerah.

Membaca:  Man United mengincar stopper Feyenoord Justin Bijlow setelah pukulan Onana

Momen tak terlupakan lainnya terjadi pada bulan April 2001, ketika Liverpool, yang mengejar treble di kompetisi piala, meraih kemenangan dramatis 3-2 di Goodison Park. Tendangan bebas Gary McAllister di menit-menit terakhir dari jarak 40 yard memastikan kemenangan bagi Liverpool, menunjukkan sifat derby yang tidak terduga dan dramatis.

Klasik Liga Premier: Everton 2-3 Liverpool | Drama derby akhir yang luar biasa

Persaingan dan Rasa Hormat Modern

Seiring berkembangnya Liga Premier, Derby Merseyside juga berkembang. Meskipun persaingan tetap sengit seperti sebelumnya, ada rasa hormat yang semakin besar di antara kedua kelompok penggemar, sebagian karena tragedi yang dialami kedua klub, seperti bencana Hillsborough.

Rasa saling menghormati ini terlihat jelas pada bulan Desember 2016, ketika kedua kelompok penggemar berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban bencana Hillsborough, yang menunjukkan kesatuan kota dalam menghadapi kesulitan.

Kesimpulan

Derby Merseyside adalah pertandingan yang merangkum esensi sepak bola Inggris: gairah, tradisi, persaingan, dan rasa hormat. Melalui kartu merah, momen kontroversial, dan penampilan individu yang luar biasa, derby Liverpool vs Everton telah memberikan beberapa momen paling tak terlupakan di Premier League.

Ketika persaingan terus berlanjut, babak baru akan ditulis, pahlawan baru akan muncul, dan warisan Derby Merseyside akan tumbuh, tetap menjadi bukti daya tarik sepakbola di Liverpool dan sekitarnya.

Derby Merseyside lebih dari sekedar permainan; ini adalah perayaan sepak bola, pertunjukan semangat dan bakat, dan simbol semangat gigih Liverpool. Saat kita mengingat kembali momen-momen yang tak terlupakan ini, kita diingatkan akan kekuatan olahraga untuk menyatukan, menginspirasi, dan menghibur, memastikan bahwa persaingan antara Liverpool dan Everton akan terus memikat penggemar di seluruh dunia untuk generasi mendatang.

Membaca:  Warisan Manchester City setelah kemenangan treble

 

Share.
Leave A Reply